Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2008

Menjadi Pemenang

Aku bosan menjadi yang kalah.  Aku bosan menderita. Aku bosan mengalami kepahitan.

Suatu saat nanti aku ingin menjadi pemenang, bersorak-sorak di tengah kebahagiaanku sendiri.

Hari ini aku akan terima semua puncak dari kesalahan-kesalahanku. Tetapi aku berjanji mulai hari ini aku akan menempatkan Tuhan di atas segala perkara kehidupanku. Karena aku ingin menjadi pemenang.

Tina chan, tempatkanlah Tuhan di atas segalanya. Jika ya, kamu adalah pemenang yang sejati  tidak ada kata jika, dan, atau tetapi.

-Amin- Bantu aku Tuhan.

Advertisements

Read Full Post »

Menunggu untuk berbicara

I don’t have to worry anymore …

Yang aku bisa hanya menunggu … sampai kamu sudah sembuh

Nanti setelah kamu sembuh, aku ingin berbicara..tentang kebutuhanku..tentang beratnya hatiku..

Mudah2an kamu bisa mengerti…itulah harapanku

—–cepat sembuh ya—-

Read Full Post »

Quote

Try to be strong even though it looks impossible! Need help to learn about sacrifice and how to be patient

Read Full Post »

Wanita Yang Sabar

“Karena aku sayang & mencintai dia”.  Meskipun kami cuma berkomunikasi lewat chatting. Tapi aku dapat merasakan, bahwa disana Bow mengatakannya sambil menahan sakit di dada bahkan mungkin sedang menangis.

“Karena itu gw bisa sabar selama ini”

Kekasihnya adalah sahabatku, meskipun kami jarang bertemu. Tapi aku menyukai kepribadian Bow. Aku tahu sekali bagaimana pacarnya, sangat cuek ditambah kesibukannya di kantor. Aku juga tahu, bahwa sebagai seorang mahasiswi Bow selalu rajin menyapa kekasihnya di pagi dan malam hari. No sms di siang hari, karena Bow tak ingin mengganggu pekerjaan sang pacar.

“Wanita yang sabar”. Dulu itulah kesan yang aku dapat dari dia. Sebagai cewe manja yang selalu haus perhatian, diam-diam aku banyak belajar Bow. Karena kebetulan, pacarku juga punya karakter yang ga jauh beda dari pacar Bow 🙂

Susah sekali ternyata bersikap sabar, yakin dan percaya. Tetapi itulah yang aku pelajari dari Bow. Hingga suatu hari aku melihat status YM yang tidak wajar.

Dan hari itu mengerti bahwa dia telah berpisah dengan sahabatku.

Semula aku berpikir bahwa Bow udah ga kuat lagi menahan semua amarah, penantian, pengertian. Tapi ternyata bukan itu.

“Bukan itu Tina”

“Bukan karna gw udah ga kuat lagi”

“tapi…”

“Dia yang memutuskan”

“Kata dia, gw terlalu manja & kekananakan”

“Padahal, gw udah bilang..klo gw mau merubah semuanya, gw janji ga kan anak2 n manja lagi.. ”

Semula aku kaget, dan sebagai seseorang yang memandang dari dua sisi akhirnya aku mengerti. Bow yang kesepian, selalu berusaha menunjukkan perasaan cinta, sayang & pengertiannya meskipun hatinya kekeringan sehingga terkadang perasaan sepi itu tidaklah dapat ditutupi. Sementara sahabatku yang terlalu sibuk & kurang menunjukkan perhatian merasakan bahwa perhatian, cinta & sayang yang Bow tunjukkan adalah sebuah perhatian semu dari tuntutan hati yang kekananak-kanakan. Dan bukan rahasia bagi pria, jika seorang wanita terlalu menunjukkan perasaan cintanya, menjadi jenuh dan merasa terikat. Sahabatku merasa, bahwa dia tidak dapat memungkiri bahwa hatinya sudah tidak dapat menyayangi lagi.

Ketika selanjutnya bow bertanya,

“Salah gw apa ya Tin”

“Semuanya udah gw korbankan buat cinta, tapi apa yang gw dapat”

“Gw malah dibilang manja & kekanak-kanakan”

Aku katakan pada Bow..,

“Lu ga manja”

“Lu ga kekanak2an”

“Lu orangnya sabar, gw malah banyak belajar dari lu”

“Salah lu cuma satu, terlalu mencintai”

“Kadang terlalu mencintai, membuat kita sakit dan banyak menuntut dna kurang sabar.”

“Terkadang ada kalanya melepaskan adalah sebuah cara untuk menunjukkan bahwa kita telah dewasa”

“Terkadang bersabar menunggu meskipun tidak memiliki adalah sebuah jawaban bahwa kita mencintai”

Sebagai teman, aku cuma bisa support kata2 sok bijak tapi yah itulah yang aku tahu. Dan buktinya, Bow bilang dia menangis n jadi semangat lagi.

“Ayo Bow, tunjukkan kalau lu tetap happy meskipun sudah ga sama dia lagi.”

“Jadilah kuat, krena gw juga disini sedang berjuang mempertahankan sebuah hubungan yang tidak jauh yang lu alami”

Akhirnya kami jadi membahas masalahku, biarlah. Terkadang berbagi masalah itu obat yang baik buat seseorang yang sedang sedih. Aku membiarkan dia memberi banyak nasehat bagaimana dulu dia begitu sabar menghadapi sang pacar. Benar-benar wanita yang sabar.

Meski kesabaran wanita itu terlihat sia-sia, tetapi aku yakin tidak ada yang sia-sia untuk sesuatu yang baik. Aku yakin sahabatku sekarang sedang mengingat-ingat betapa sabarnya Bow dulu saat menjadi kekasihnya. Dan lihatlah, kesabarannya sudha ditambah dengan sebuah kelebihan baru, tegar dan kuat. Begitulah wanita yang sabar itu.

wish u a happy life ya Bow ^^

Read Full Post »

Hubungan Satu Arah

Aku tidak mengerti.

Hubungan ini sepertinya hanya satu arah.

Ketika km sibuk, aku berusaha mengerti bahwa karaktermu adalah seseorang yang ingin menuntaskan pekerjaan hingga selesai.

Jadi aku tidak berani mengganggu. Hanya dapat kirim sms2 tentang ceritaku hari ini tanpa ada satu reply pun darimu.

Ketika kamu di Cina, kamu bilang sms mahal dan telepon mahal. Oke jadi aku hanya menunggu kepulanganmu dan mengirimkan sms2 yang juga tidak direply.

Ketika aku yang di Singapore, alasanmu sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk sehingga tidak sempat membalas sms ataupun email dariku.

Ketika aku bercerita ke teman-temanku mengenai kepedihan hatiku. Beberapa di antaranya menyarankan untuk bersabar, tetapi ada juga yang mengatakan. Hubungan ini satu arah, suatu saat nanti aku akan merasakan keletihan.

Sekarang itulah yang aku rasakan, keletihan di tengah kepedihan hatiku. Dan aku ternyata tengah terluka.

Sekarang aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, aku mematikan semua hapeku. Aku terlalu tidak kuat lagi untuk menanti-nantikan sms dan telepon darimu.

Sekarang aku hanya ingin beristirahat dari keletihanku dan tengah membalut luka-lukaku. Adakah kau disana berusaha menghubungiku atau tidak, aku tidaklah tahu.

Tetapi yang tekadkan adalah aku tidak akan jatuh karena semua ini. Aku hanya sedang beristirahat, dan suatu saat nanti akan bangkit kembali. Entahlah nanti hati ini masih untukmu atau tidak.

Read Full Post »

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya kita memikul
beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey
mengangkat segelas
air dan bertanya kepada para siswanya: “Seberapa berat menurut anda kira
segelas air ini?”

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.”Ini bukanlah masalah
berat absolutnya,
tapi tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika saya
memegangnya selama 1
jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1
hari penuh, mungkin anda
harus memanggilkan ambulans untuk saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi
semakin lama saya
memegangnya, maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan
mampu membawanya
lagi. Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey.    “Apa yang
harus kita lakukan adalah
meletakkan gelas tersebut, istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.
Kita harus meninggalkan
beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu
membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban
pekerjaan. Jangan bawa
pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada
dipundak anda hari ini, coba
tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil
lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya…!! Hal
terindah dan terbaik
di dunia ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh
di relung hati kita.

Start the day with smile and have a good day……..

Read Full Post »